SEBANYAK 79 persen pengantin
baru ternyata tidak merencanakan bagaimana akan mengelola keuangan
pribadi ketika memulai kehidupan baru. Mereka biasanya hanya mengacu
pada pengaturan yang biasa dilakukan.
Namun, hal tersebut dapat menyebabkan ketergantungan keuangan pada
tahap pernikahan. Oleh karena itu, berikut beberapa kesalahan pengaturan
finansial yang dilakukan perempuan yang baru saja menikah. Dan,
bagaimana menghindari kesalahan itu.
a. "Kita
berdua satu pemikiran"
Hanya karena sedang jatuh cinta, pasangan yang baru menikah biasanya
merasa bahwa mereka berbagi ide yang sama. Seiring dengan itu,
pengantin baru berpikir bahwa pasangan mereka akan menangani semua
masalah keuangan dengan benar. Namun, hal itu tidak akan sama selamanya.
Ahli keuangan merekomendasikan untuk membuka rekening bersama.
Selain itu, pengantin baru dapat mengambil tanggung jawab keuangan sama
seperti yang dilakukan oleh pasangan mereka. Misalnya, jika Anda ingin
menginvestasikan uang, Anda dapat berpartisipasi dalam keputusan yang
sama.
b. "Dia pemimpin keluarga jadi dia
bertanggung jawab untuk keuangan."
Pernyataan di atas biasanya terlontar dari ibu rumah tangga yang
membiarkan pasangan mereka mengelola semua keuangan. Meskipun
menunjukkan bahwa mereka saling percaya, itu mungkin berisiko di masa
depan. Jika mereka bercerai setelah beberapa tahun, masalah keuangan
tidak mungkin bisa diselesaikan dengan mudah. Karena itu, pastikan bahwa
Anda tahu cara untuk menjadi bertanggung jawab secara finansial dari
awal.
c. "Kita pikirkan hari ini. Besok,
itu urusan lain"
Beberapa pengantin baru tidak berencana untuk investasi masa depan.
Mereka berpendapat bahwa seseorang tidak harus peduli tentang keuangan
pribadi dari awal kehidupan pernikahan mereka. Selain itu, jika pasangan
mereka juga memiliki kebiasaan boros, dapat mengakibatkan masalah
keuangan di masa depan.
d.
"Karena hidup bersama, kita harus memiliki rekening gabungan."
Meskipun ada laporan tentang rekening yang telah Anda buat bersama,
pasti akan ada kelemahan. Misalkan saja, pengeluaran suami yang Anda
rasa tak perlu, tapi ia tidak memberi tahu Anda. Oleh karena itu, sangat
penting bahwa Anda berdua harus memiliki rekening terpisah atas nama
Anda sendiri.
e. "Saat
pesiun, kita akan bergantung pada tabungan dan dana pensiun."
Meskipun kita semua berharap untuk yang terbaik di masa depan,
orang-orang cerdas secara finansial haruslah selalu mengikuti tren.
Tidak perlu mengharuskan pasangan memiliki banyak tabungan dan dana
pensiun ketika mereka pensiun. Oleh karena itu, baik Anda maupun
pasangan haruslah mengelola keuangan pribadi mereka dengan baik untuk
mengamankan masa depan.( Quickeasyfit.com/Pri/OL-06)
Selasa, 03 Juli 2012
Perencanaan Keuangan untuk Orang Tua Tunggal
TUJUAN perencanaan keuangan
untuk orang tua tunggal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang tua
lengkap. Yang berbeda hanyalah dari sisi tantangan karena hanya ada satu
pencari nafkah. Orang tua tunggal harus memprioritaskan sumber daya
keuangan untuk membiayai pendidikan, perumahan dan perencanaan pensiun
sekaligus.
Untuk itu para orang tua tunggal baik pria dan wanita harus pintar mengelola keuangan dan tidak menutup kemungkinan berkonsultasi dengan ahli keuangan. Anda juga bisa mengikuti lima kunci investasi dan tips perencanaan keuangan untuk orang tua tunggal berikut ini:
1. Program tabungan pendidikan adalah kunci
Setelah beberapa tagihan air, listrik dan kebutuhan rumah tangga terlunasi, langkah penting selanjutnya adalah menabung untuk pendidikan anak. Lakukan melalui program tabungan pendidikan terdaftar yang memberikan pengembalian instan pada investasi serta potensi pertumbuhan melalui bunga atau kenaikan nilai pasar.
2. Memulai dari awal
Karena pendapatan yang sangat ketat untuk orang tua tunggal, sangat penting untuk menginvestasikan uang sedini mungkin. Mulai dari program tabungan pendidikan. Kemudian baru menginvestasikan biaya untuk saham.
3. Asuransi adalah keharusan
Harus memiliki pengacara dan asuransi yang menanggung sakit atau cacat untuk mempertahankan hidup. Bila sakit atau terluka dan tidak bisa bekerja Anda tak perlu khawatir. Selain itu penting juga memiliki asuransi jiwa dan kebijakan yang mencakup keseimbangan hipotek.
4. Rencanakan pensiun
Orang tua tunggal juga perlu merencanakan pensiun berdasarkan apa pun yang tersisa setelah kontribusi pembayaran hipotek dan asuransi. Manfaatkan juga uang yang ditempatkan di sejumlah lahan investasi termasuk saham dan obligasi.
5. Mengendalikan pengeluaran
Penganggaran adalah mutlak bagi semua orang untuk merencanakan keuangan. Apalagi untuk orang tua tunggal yang hanya mempunyai sedikit ruang gerak keuangan. Atur anggaran yang dapat dikerjakan dan kemudian berpegang teguh untuk menjaga rencana keuangan. Uang yang Anda punya akan digunakan untuk jangka panjang bukan kepuasan cepat. (cbc.ca/*/OL-06)
sumber : media indonesia ( financial )
Untuk itu para orang tua tunggal baik pria dan wanita harus pintar mengelola keuangan dan tidak menutup kemungkinan berkonsultasi dengan ahli keuangan. Anda juga bisa mengikuti lima kunci investasi dan tips perencanaan keuangan untuk orang tua tunggal berikut ini:
1. Program tabungan pendidikan adalah kunci
Setelah beberapa tagihan air, listrik dan kebutuhan rumah tangga terlunasi, langkah penting selanjutnya adalah menabung untuk pendidikan anak. Lakukan melalui program tabungan pendidikan terdaftar yang memberikan pengembalian instan pada investasi serta potensi pertumbuhan melalui bunga atau kenaikan nilai pasar.
2. Memulai dari awal
Karena pendapatan yang sangat ketat untuk orang tua tunggal, sangat penting untuk menginvestasikan uang sedini mungkin. Mulai dari program tabungan pendidikan. Kemudian baru menginvestasikan biaya untuk saham.
3. Asuransi adalah keharusan
Harus memiliki pengacara dan asuransi yang menanggung sakit atau cacat untuk mempertahankan hidup. Bila sakit atau terluka dan tidak bisa bekerja Anda tak perlu khawatir. Selain itu penting juga memiliki asuransi jiwa dan kebijakan yang mencakup keseimbangan hipotek.
4. Rencanakan pensiun
Orang tua tunggal juga perlu merencanakan pensiun berdasarkan apa pun yang tersisa setelah kontribusi pembayaran hipotek dan asuransi. Manfaatkan juga uang yang ditempatkan di sejumlah lahan investasi termasuk saham dan obligasi.
5. Mengendalikan pengeluaran
Penganggaran adalah mutlak bagi semua orang untuk merencanakan keuangan. Apalagi untuk orang tua tunggal yang hanya mempunyai sedikit ruang gerak keuangan. Atur anggaran yang dapat dikerjakan dan kemudian berpegang teguh untuk menjaga rencana keuangan. Uang yang Anda punya akan digunakan untuk jangka panjang bukan kepuasan cepat. (cbc.ca/*/OL-06)
sumber : media indonesia ( financial )
Sembilan Prinsip Dasar Mengelola Uang
DENGAN tips keuangan berikut ini
bisa membantu konsumen untuk memiliki pegangan terhadap keuangan dan
menghindari membuat kesalahan fatal. Nah, berikut ini tips keuangan umum
bagi konsumen:
1. Lunasi utang Anda dan menyimpan uang pada waktu yang sama.
2. Turunkan penggunaan kartu kredit untuk menghindari utang besar.
3. Jangan pernah menandatangani pinjaman jika tidak mampu melunasinya.
4. Lebih baik pergi tidur tanpa makan malam daripada memikirkan utang yang belum lunas.
5. Selalu mengirim surat validasi utang ke agen penagihan sebelum melakukan pembayaran.
6. Periksa laporan kredit setelah membayar utang.
7. Ketika menikah cobalah bekerja sama mengakhiri utang.
8. Konsolidasi dan lunasi utang secepat mungkin.
9. Pertimbangkan berapa banyak uang yang disimpan, sebelum mendaftar ke program konsolidasi utang. (debtconsolidationcare/*/OL-06)
1. Lunasi utang Anda dan menyimpan uang pada waktu yang sama.
2. Turunkan penggunaan kartu kredit untuk menghindari utang besar.
3. Jangan pernah menandatangani pinjaman jika tidak mampu melunasinya.
4. Lebih baik pergi tidur tanpa makan malam daripada memikirkan utang yang belum lunas.
5. Selalu mengirim surat validasi utang ke agen penagihan sebelum melakukan pembayaran.
6. Periksa laporan kredit setelah membayar utang.
7. Ketika menikah cobalah bekerja sama mengakhiri utang.
8. Konsolidasi dan lunasi utang secepat mungkin.
9. Pertimbangkan berapa banyak uang yang disimpan, sebelum mendaftar ke program konsolidasi utang. (debtconsolidationcare/*/OL-06)
Atur Aset Bagi Perempuan Lajang
BANYAK perempuan lajang sangat
berkonsentrasi dengan umur panjang aset keuangan mereka. Sakit mendadak
atau cedera parah bisa mempengaruhi pendapatan dan menguras tabungan.
Kejadian itu bisa menjadi pukulan berat bagi lajang jika tidak
merencanakan asuransi krusial.
Menurut Manajer Portofolio Odlum Brown Limited Kim Dewar, asuransi krusial seperti asuransi jiwa menjadi prioritas yang jelas bagi perempuan muda yang bekerja. Meskipun ketika perempuan memasuki usia pensiun bisa menjual rumah untuk mendanai perawatan.
Untuk itu perempuan lajang harus memprioritaskan arus kas dan asuransi. Jika ada uang lebih dapat digunakan untuk mengatasi penyakit kritis dan perawatan jangka panjang. Penting untuk mendiskusikan kebutuhan asuransi dari perspektif bisnis. Namun asuransi jiwa tidak penting bagi lajang tanpa tanggungan kecuali memiliki hipotek besar atau ingin meninggalkan warisan.
Perempuan lajang harus menggarisbawahi pentingnya berdiskusi awal dengan orang lain tentang polis asuransi dan aset-aset berharga.(advisor.ca/*/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com
Menurut Manajer Portofolio Odlum Brown Limited Kim Dewar, asuransi krusial seperti asuransi jiwa menjadi prioritas yang jelas bagi perempuan muda yang bekerja. Meskipun ketika perempuan memasuki usia pensiun bisa menjual rumah untuk mendanai perawatan.
Untuk itu perempuan lajang harus memprioritaskan arus kas dan asuransi. Jika ada uang lebih dapat digunakan untuk mengatasi penyakit kritis dan perawatan jangka panjang. Penting untuk mendiskusikan kebutuhan asuransi dari perspektif bisnis. Namun asuransi jiwa tidak penting bagi lajang tanpa tanggungan kecuali memiliki hipotek besar atau ingin meninggalkan warisan.
Perempuan lajang harus menggarisbawahi pentingnya berdiskusi awal dengan orang lain tentang polis asuransi dan aset-aset berharga.(advisor.ca/*/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com
Lindungi Keluarga Anda dari 3 Hal Ini
Jakarta - Jika ditanya apakah kita ingin melindungi
keluarga kita, saya yakin kita akan menjawab 'Ya'. Jika ditanya apakah
yang akan kita lakukan untuk melindungi keluarga kita? Maka kita akan
menjawab apa yang terbaik yang kita bisa. Bukan begitu?
Sebagai sumber income keluarga kita bekerja untuk menghasilkan income/penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, namun pertanyaannya bagaimana jika income/penghasilan itu terhenti?
Ada beberapa hal utama yang kita perlu tahu bisa menyebabkan income/penghasilan terhenti, bukan agar kita khawatir tapi sebaliknya kita menjadi aware terhadap hal ini dan mempersiapkan diri dengan lebih baik :
PHK. Perusahaan tempat kita bekerja memiliki hak untuk memberhentikan kita. PHK bisa terjadi pada siapa saja, bahkan orang-orang terbaik di satu perusahaan karena banyak hal yang memicu perusahaan akhirnya mengambil keputusak untuk melakukan PHK. Untuk prosedur seharusnya perusahaan memberikan notifikasi minimal sebulan sebelumnya sebelum hari dimana karyawan diminta berhenti. Namun dalam banyak kasus masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan aturan ini.
Sakit. Salah satu hal yang kita jaga adalah kesehatan, namun ada saatnya tubuh kita drop / daya tahan tubuh menurun sehingga jatuh sakit entah karena keletihan bekerja, ada masalah/beban pikiran, atau akumulasi dari pola hidup yang tidak sehat. Demam berdarah, tipes, diare, maag, adalah sejumlah penyakit yang sering dialami dan bisa menyebabkan seseorang perlu dirawat atau memerlukan bed rest/istirahat dalam beberapa hari bahkan untuk beberapa kasus bisa sampai beberapa minggu.
Kematian. Semua orang akan meninggal dunia hal ini adalah fakta yang tidak bisa diubah oleh siapapun, sekaya apapun orang tersebut, sebesar apapun kekuasaan yang dimilikinya. Kematian adalah hal yang paling berat dirasakan karena bukan hanya income/penghasilan yang terpengaruh namun kita juga kehilangan sosok orang yang kita kasihi.
Sebagian besar orang yang sudah menyadari hal ini akan melakukan sejumlah persiapan, namun ada juga yang sudah mengetahui namun merasa tidak perlu melakukan apa-apa. Semua pilihan kembali ke tangan kita masing-masing. Berikut adalah beberapa solusi yang bisa dilakukan:
PHK. Untuk kejadian PHK kita sebagai karwayan, bisa menyiapkan diri dengan selalu meningkatkan skill/keahlian kita sehingga jika hal ini terjadi kita bisa tetap yakin dengan nilai jual/value kita di perusahaan lain dimana kita bisa segera mencari pengganti. Terkait keuangan hal ini bisa diantisiapasi dengan memiliki Dana Darurat yang jumlahnya akan semakin besar dengan semakin banyaknya tanggungan, untuk yang sudah berkeluarga minimal 6 bulan gaji atau pengeluaran, sehingga kita memiliki waktu 6 bulan untuk mencari pekerjaan yang baru.
Sakit. Tentu saja langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, mengatur makanan dan olahraga teratur. Namun hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki Asuransi Kesehatan, jika kantor tempat kita bekerja sudah menyiapkan Asuransi Kesehatan dan cukup maka kita tidak perlu membeli Asuransi Kesehatan lagi. Dana Darurat juga menjawab solusi agar jika skenario terburuknya ternyata perusahaan kita sementara memberhentikan gaji selama kita dirawat.
Kematian. Untuk hal ini solusinya sudah pasti adalah kita harus mencari pengganti income/penghasilan yang biasanya ada, lalu menentukan siapa yang bisa melakukan ini. Jika pasangan hidup kita dalam hal ini suami/istri memiliki kesanggupan maka kita tahu bahwa secara nilai ekonomis, keluarga kita tidak harus menderita, namun jika pasangan kita terutama pihak wanita tidak bekerja dan tidak memiliki kompetensi untuk menghasilkan income sebesar yang dulu dihasilkan, maka tugas ini bisa dialihkan ke pihak Asuransi. Asuransi Jiwa yang murni dengan perhitungan yang benar akan dapat meng-cover kebutuhan hidup keluarga, minimal sampai dengan anak terkecil memasuki usia mapan/lulus kuliah.
Sumber : Detik finance
Sebagai sumber income keluarga kita bekerja untuk menghasilkan income/penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, namun pertanyaannya bagaimana jika income/penghasilan itu terhenti?
Ada beberapa hal utama yang kita perlu tahu bisa menyebabkan income/penghasilan terhenti, bukan agar kita khawatir tapi sebaliknya kita menjadi aware terhadap hal ini dan mempersiapkan diri dengan lebih baik :
PHK. Perusahaan tempat kita bekerja memiliki hak untuk memberhentikan kita. PHK bisa terjadi pada siapa saja, bahkan orang-orang terbaik di satu perusahaan karena banyak hal yang memicu perusahaan akhirnya mengambil keputusak untuk melakukan PHK. Untuk prosedur seharusnya perusahaan memberikan notifikasi minimal sebulan sebelumnya sebelum hari dimana karyawan diminta berhenti. Namun dalam banyak kasus masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan aturan ini.
Sakit. Salah satu hal yang kita jaga adalah kesehatan, namun ada saatnya tubuh kita drop / daya tahan tubuh menurun sehingga jatuh sakit entah karena keletihan bekerja, ada masalah/beban pikiran, atau akumulasi dari pola hidup yang tidak sehat. Demam berdarah, tipes, diare, maag, adalah sejumlah penyakit yang sering dialami dan bisa menyebabkan seseorang perlu dirawat atau memerlukan bed rest/istirahat dalam beberapa hari bahkan untuk beberapa kasus bisa sampai beberapa minggu.
Kematian. Semua orang akan meninggal dunia hal ini adalah fakta yang tidak bisa diubah oleh siapapun, sekaya apapun orang tersebut, sebesar apapun kekuasaan yang dimilikinya. Kematian adalah hal yang paling berat dirasakan karena bukan hanya income/penghasilan yang terpengaruh namun kita juga kehilangan sosok orang yang kita kasihi.
Sebagian besar orang yang sudah menyadari hal ini akan melakukan sejumlah persiapan, namun ada juga yang sudah mengetahui namun merasa tidak perlu melakukan apa-apa. Semua pilihan kembali ke tangan kita masing-masing. Berikut adalah beberapa solusi yang bisa dilakukan:
PHK. Untuk kejadian PHK kita sebagai karwayan, bisa menyiapkan diri dengan selalu meningkatkan skill/keahlian kita sehingga jika hal ini terjadi kita bisa tetap yakin dengan nilai jual/value kita di perusahaan lain dimana kita bisa segera mencari pengganti. Terkait keuangan hal ini bisa diantisiapasi dengan memiliki Dana Darurat yang jumlahnya akan semakin besar dengan semakin banyaknya tanggungan, untuk yang sudah berkeluarga minimal 6 bulan gaji atau pengeluaran, sehingga kita memiliki waktu 6 bulan untuk mencari pekerjaan yang baru.
Sakit. Tentu saja langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, mengatur makanan dan olahraga teratur. Namun hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki Asuransi Kesehatan, jika kantor tempat kita bekerja sudah menyiapkan Asuransi Kesehatan dan cukup maka kita tidak perlu membeli Asuransi Kesehatan lagi. Dana Darurat juga menjawab solusi agar jika skenario terburuknya ternyata perusahaan kita sementara memberhentikan gaji selama kita dirawat.
Kematian. Untuk hal ini solusinya sudah pasti adalah kita harus mencari pengganti income/penghasilan yang biasanya ada, lalu menentukan siapa yang bisa melakukan ini. Jika pasangan hidup kita dalam hal ini suami/istri memiliki kesanggupan maka kita tahu bahwa secara nilai ekonomis, keluarga kita tidak harus menderita, namun jika pasangan kita terutama pihak wanita tidak bekerja dan tidak memiliki kompetensi untuk menghasilkan income sebesar yang dulu dihasilkan, maka tugas ini bisa dialihkan ke pihak Asuransi. Asuransi Jiwa yang murni dengan perhitungan yang benar akan dapat meng-cover kebutuhan hidup keluarga, minimal sampai dengan anak terkecil memasuki usia mapan/lulus kuliah.
Sumber : Detik finance
SIAPKAH ANDA PENSIUN DINI...??
Jakarta - Kalau kita sudah aware dan mengerti betapa
pentingnya menyiapkan Dana Pensiun, selanjutnya harus bagaimana? Kita
perlu mengetahui terlebih dulu beberapa hal penting yang merupakan
informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menghitung alokasi dana yang
perlu disiapkan.
1. Umur berapa ingin pensiun
Pada umumnya usia pensiun di perusahaan adalah pada usia 55 tahun, namun beberapa
perusahaan ada juga yang berbeda. Sehingga sebaiknya tiap orang yang bekerja mengetahui dengan jelas mengenai rencana pensiun di usia berapa. Tidak ada salahnya dengan menginginkan pensiun dini di usia 45 tahun misalnya, semua bisa dicapai jika dipersiapkan dan direncanakan dengan baik.
2. Berapa lama perkiraan masa pensiun
Setelah pensiun, kita perlu mengetahui seberapa lama masa pensiun. Kita bisa memperkirakan atau melihat dari history keluarga, misalnya seseorang memiliki kakek dan nenek yang meninggalnya di usia 70an. Maka bisa diperkirakan masa pensiunnya 15 tahun ( 70 tahun – 55 tahun). Hal ini perlu diketahui karena berarti kita akan mempersiapkan dana yang akan bisa bertahan atau mencukupi biaya hidup selama masa pensiun, jangan sampai sebelum masa pensiun dana-nya sudah habis.
3. Berapa kebutuhan hidup yang diinginkan saat masa pensiun
Saat ini kita mengetahui dengan jelas berapa jumlah kebutuhan hidup kita atau pengeluaran bulanan. Sehingga bisa diprediksi kira-kira pada saat nanti di masa pensiun, apakah kebutuhan hidup itu tetap 100%, atau malah berkurang hanya 50%, karena misalnya sudah tidak ada tanggungan anak dan berkurangnya tagihan-tagihan rumah tangga karena anak sudah menikah dan memiliki rumah sendiri.
Dengan mengetahui 3 hal penting diatas, maka sebenarnya kita sudah hampir setengah jalan mewujudkan perencanaan Dana Pensiun kita. Selanjutnya dengan kalkulasi yang benar maka akan didapatkan nilai tunai yang harus ada selama masa pensiun, berapa lama waktu untuk mempersiapkan nilai tunai tersebut, dan berapa jumlah investasi yang perlu dialokasikan tiap bulan atau tiap tahun.
Seperti pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian” yang artinya “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Terkait dengan Dana Pensiun, kita sebenarnya tidak perlu ‘bersakit-sakit’ menyisihkan penghasilan kita saat ini untuk mempersiapkan Dana Pensiun, karena semakin dini kita mempersiapkan alokasi dana ini, semakin kecil jumlah yang dibutuhkan.
Misalnya jika Anda berusia 25 tahun, ingin pensiun di usia 55 tahun, dengan masa hidup 10 tahun (sampai dengan usia 65 tahun), dengan kebutuhan hidup 80% dari Rp. 5.000.000 (kebutuhan hidup saat ini) maka dengan menyisihkan Rp 800.000 di investasi yang memberikan asumsi return 25% selama 30 tahun (55 tahun -25 tahun) anda dapat memenuhi kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan nanti.
Jadi..Siapkan Dana Pensiun anda sedini mungkin!
Yosephine P. Tyas S.Kom, MM, RFA® - Senior Associate Advisor
Berapa lama perkiraan masa pensiun.
Setelah pensiun, kita perlu mengetahui seberapa lama masa pensiun. Kita bisa memperkirakan atau melihat dari history keluarga, misalnya seseorang memiliki kakek dan nenek yang meninggalnya di usia 70an. Maka bisa diperkirakan masa pensiunnya 15 tahun ( 70 tahun – 55 tahun). Hal ini perlu diketahui karena berarti kita akan mempersiapkan dana yang akan bisa bertahan atau mencukupi biaya hidup selama masa pensiun, jangan sampai sebelum masa pensiun dana-nya sudah habis.
Berapa kebutuhan hidup yang diinginkan saat masa pensiun.
Saat ini kita mengetahui dengan jelas berapa jumlah kebutuhan hidup kita atau pengeluaran bulanan. Sehingga bisa diprediksi kira-kira pada saat nanti di masa pensiun, apakah kebutuhan hidup itu tetap 100%, atau malah berkurang hanya 50%, karena misalnya sudah tidak ada tanggungan anak dan berkurangnya tagihan-tagihan rumah tangga karena anak sudah menikah dan memiliki rumah sendiri.
Dengan mengetahui 3 hal penting diatas, maka sebenarnya kita sudah hampir setengah jalan mewujudkan perencanaan Dana Pensiun kita. Selanjutnya dengan kalkulasi yang benar maka akan didapatkan nilai tunai yang harus ada selama masa pensiun, berapa lama waktu untuk mempersiapkan nilai tunai tersebut, dan berapa jumlah investasi yang perlu dialokasikan tiap bulan atau tiap tahun.
Seperti pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian” yang artinya “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Terkait dengan Dana Pensiun, kita sebenarnya tidak perlu ‘bersakit-sakit’ menyisihkan penghasilan kita saat ini untuk mempersiapkan Dana Pensiun, karena semakin dini kita mempersiapkan alokasi dana ini, semakin kecil jumlah yang dibutuhkan.
Misalnya jika Anda berusia 25 tahun, ingin pensiun di usia 55 tahun, dengan masa hidup 10 tahun (sampai dengan usia 65 tahun), dengan kebutuhan hidup 80% dari Rp. 5.000.000 (kebutuhan hidup saat ini) maka dengan menyisihkan Rp 800.000 di investasi yang memberikan asumsi return 25% selama 30 tahun (55 tahun -25 tahun) anda dapat memenuhi kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan nanti.
Jadi..Siapkan Dana Pensiun anda sedini mungkin!
Yosephine P. Tyas S.Kom, MM, RFA® - Senior Associate Adviso
sumber : detik finance
1. Umur berapa ingin pensiun
Pada umumnya usia pensiun di perusahaan adalah pada usia 55 tahun, namun beberapa
perusahaan ada juga yang berbeda. Sehingga sebaiknya tiap orang yang bekerja mengetahui dengan jelas mengenai rencana pensiun di usia berapa. Tidak ada salahnya dengan menginginkan pensiun dini di usia 45 tahun misalnya, semua bisa dicapai jika dipersiapkan dan direncanakan dengan baik.
2. Berapa lama perkiraan masa pensiun
Setelah pensiun, kita perlu mengetahui seberapa lama masa pensiun. Kita bisa memperkirakan atau melihat dari history keluarga, misalnya seseorang memiliki kakek dan nenek yang meninggalnya di usia 70an. Maka bisa diperkirakan masa pensiunnya 15 tahun ( 70 tahun – 55 tahun). Hal ini perlu diketahui karena berarti kita akan mempersiapkan dana yang akan bisa bertahan atau mencukupi biaya hidup selama masa pensiun, jangan sampai sebelum masa pensiun dana-nya sudah habis.
3. Berapa kebutuhan hidup yang diinginkan saat masa pensiun
Saat ini kita mengetahui dengan jelas berapa jumlah kebutuhan hidup kita atau pengeluaran bulanan. Sehingga bisa diprediksi kira-kira pada saat nanti di masa pensiun, apakah kebutuhan hidup itu tetap 100%, atau malah berkurang hanya 50%, karena misalnya sudah tidak ada tanggungan anak dan berkurangnya tagihan-tagihan rumah tangga karena anak sudah menikah dan memiliki rumah sendiri.
Dengan mengetahui 3 hal penting diatas, maka sebenarnya kita sudah hampir setengah jalan mewujudkan perencanaan Dana Pensiun kita. Selanjutnya dengan kalkulasi yang benar maka akan didapatkan nilai tunai yang harus ada selama masa pensiun, berapa lama waktu untuk mempersiapkan nilai tunai tersebut, dan berapa jumlah investasi yang perlu dialokasikan tiap bulan atau tiap tahun.
Seperti pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian” yang artinya “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Terkait dengan Dana Pensiun, kita sebenarnya tidak perlu ‘bersakit-sakit’ menyisihkan penghasilan kita saat ini untuk mempersiapkan Dana Pensiun, karena semakin dini kita mempersiapkan alokasi dana ini, semakin kecil jumlah yang dibutuhkan.
Misalnya jika Anda berusia 25 tahun, ingin pensiun di usia 55 tahun, dengan masa hidup 10 tahun (sampai dengan usia 65 tahun), dengan kebutuhan hidup 80% dari Rp. 5.000.000 (kebutuhan hidup saat ini) maka dengan menyisihkan Rp 800.000 di investasi yang memberikan asumsi return 25% selama 30 tahun (55 tahun -25 tahun) anda dapat memenuhi kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan nanti.
Jadi..Siapkan Dana Pensiun anda sedini mungkin!
Yosephine P. Tyas S.Kom, MM, RFA® - Senior Associate Advisor
Berapa lama perkiraan masa pensiun.
Setelah pensiun, kita perlu mengetahui seberapa lama masa pensiun. Kita bisa memperkirakan atau melihat dari history keluarga, misalnya seseorang memiliki kakek dan nenek yang meninggalnya di usia 70an. Maka bisa diperkirakan masa pensiunnya 15 tahun ( 70 tahun – 55 tahun). Hal ini perlu diketahui karena berarti kita akan mempersiapkan dana yang akan bisa bertahan atau mencukupi biaya hidup selama masa pensiun, jangan sampai sebelum masa pensiun dana-nya sudah habis.
Berapa kebutuhan hidup yang diinginkan saat masa pensiun.
Saat ini kita mengetahui dengan jelas berapa jumlah kebutuhan hidup kita atau pengeluaran bulanan. Sehingga bisa diprediksi kira-kira pada saat nanti di masa pensiun, apakah kebutuhan hidup itu tetap 100%, atau malah berkurang hanya 50%, karena misalnya sudah tidak ada tanggungan anak dan berkurangnya tagihan-tagihan rumah tangga karena anak sudah menikah dan memiliki rumah sendiri.
Dengan mengetahui 3 hal penting diatas, maka sebenarnya kita sudah hampir setengah jalan mewujudkan perencanaan Dana Pensiun kita. Selanjutnya dengan kalkulasi yang benar maka akan didapatkan nilai tunai yang harus ada selama masa pensiun, berapa lama waktu untuk mempersiapkan nilai tunai tersebut, dan berapa jumlah investasi yang perlu dialokasikan tiap bulan atau tiap tahun.
Seperti pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian” yang artinya “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Terkait dengan Dana Pensiun, kita sebenarnya tidak perlu ‘bersakit-sakit’ menyisihkan penghasilan kita saat ini untuk mempersiapkan Dana Pensiun, karena semakin dini kita mempersiapkan alokasi dana ini, semakin kecil jumlah yang dibutuhkan.
Misalnya jika Anda berusia 25 tahun, ingin pensiun di usia 55 tahun, dengan masa hidup 10 tahun (sampai dengan usia 65 tahun), dengan kebutuhan hidup 80% dari Rp. 5.000.000 (kebutuhan hidup saat ini) maka dengan menyisihkan Rp 800.000 di investasi yang memberikan asumsi return 25% selama 30 tahun (55 tahun -25 tahun) anda dapat memenuhi kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan nanti.
Jadi..Siapkan Dana Pensiun anda sedini mungkin!
Yosephine P. Tyas S.Kom, MM, RFA® - Senior Associate Adviso
sumber : detik finance
Peringkat Asuransi Terbaik 2011 versi majalah investor
Prudential Berhasil Mempertahankan Hegemoninya sebagai Asuransi Jiwa Terbaik 2011, melalui penilaian yang ketat dan independent.
Penghargaan tersebut mereka terima dalam acara penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, di Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta, Rabu (6/7) malam.
Selain penghargaan khusus Star Award, 10 perusahaan asuransi nasional meraih predikat Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, masing-masing 5 asuransi jiwa, 4 asuransi umum dan satu reasuransi.
Pada kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 10 triliun. Pada kategori aset antara Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun, penghargaan diberikan kepada dua perusahaan asuransi, yakni PT AXA Mandiri Financial Services dan PT Indolife Pensiontama.
Dewan Juri menetapkan juara kembar pada kategori ini karena total nilai kedua perusahaan sama.
Sementara itu, PT Commonwealth Life berhasil mempertahankan posisi tahun lalu dengan meraih posisi terbaik pada kategori aset Rp 2,5 triliun sampai Rp 5 triliun, disusul PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha yang meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 2,5 triliun.
Tidak seperti tahun lalu, tahun ini Dewan Juri memutuskan tidak memberikan penghargaan untuk kategori aset Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun dengan pertimbangan mayoritas perusahaan pada kelompok ini mengalami penurunan kinerja.
Pada kelompok asuransi umum, 4 perusahaan yang meraih penghargaan tahun ini berhasil mempertahankan prestasi yang dicapai tahun lalu. PT Asuransi Adira Dinamika kembali meraih penghargaan untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun. Sedangkan PT Asuransi Jaya Proteksi berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Posisi terbaik untuk kategori aset Rp 250 miliar sampai Rp 500 miliar juga dipertahankan PT Asuransi Indrapura, sedangkan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk kembali meraih posisi terbaik untuk kategori aset antara Rp 100 miliar sampai Rp 250 miliar.
Sementara itu, pada kategori reasuransi, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk kembali mempertahankan prestasi tahun lalu sebagai Reasuransi Terbaik.
Kriteria Pemeringkatan
Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini mengacu pada laporan keuangan publikasi tahun 2007 – 2010. Berdasarkan data-data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.
“Penetapan asuransi terbaik mengacu pada data laporan keuangan hasil publikasi yang kemudian di peringkat berdasarkan kriteria pemeringkatan yang disepakati,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan tersebut.
Pemeringkatan kali ini menggunakan 14 kriteria baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi:
1. Pertumbuhan aset rata-rata 3 tahun (2007–2010)
2. Pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
3. Pertumbuhan ekuitas rata-rata 3 tahun (2007-2010)
4. Pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010)
5. Pertumbuhan premi neto rata-rata 3 tahun (2007-2010)
6. Pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 3 tahun (2007-2010)
7. Pertumbuhan hasil investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
8. Pertumbuhan laba bersih rata-rata 3 tahun (2007-2010)
9. Pangsa pasar premi neto tahun 2010
10. Rasio underwriting terhadap premi neto 2010
11. TATO (Total Aset Turn Over) 2010
12. ROA (return on assets) 2010
13. ROE (return on equity) 2010
14. RBC (risk based capital) 2010.
Sementara itu, 14 kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010) yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting 3 tahun (2007-2010) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi. Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 3 tahun khusus berlaku untuk reasuransi.
Tidak semua perusahaan asuransi ikut diperingkat. Ada sejumlah perusahaan tidak lolos seleksi awal berdasarkan persyaratan yang ditetapkan Dewan Juri. Seleksi awal meliputi:
1. Laporan keuangan 2010 yang dipublikasi harus sudah diaudit
2. Laporan keuangan 2010 tidak mendapat opini disclaimer
3. RBC minimal 120%
4. Masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat
5. Tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Departemen Keuangan
6. Tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll)
7. Ekuitas minimal Rp 50 miliar
8. Aset asuransi umum tahun 2010 di atas Rp 100 miliar
9. Aset asuransi jiwa tahun 2010 di atas Rp 1 triliun
10. Tidak menderita rugi tahun 2010
11. Data lengkap.
Berdasarkan seleksi awal itu, ada 20 perusahaan asuransi jiwa dan 37 asuransi umum yang tidak lolos seleksi awal.
Selain itu, ada 3 perusahaan asuransi jiwa syariah tidak ikut diperingkat dengan pertimbangan tidak selaras diperingkat bersama asuransi non-syariah.
Dengan demikian, yang bisa diperingkat sebanyak 74 perusahaan, masing-masing 4 perusahaan reasuransi, 48 dari 87 asuransi umum dan 22 dari 45 asuransi jiwa.
Peringkat Asuransi Jiwa Terbaik 2011 berdasarkan Aset ,
Jumlah Investasi , ekuitas , cadangan teknis , premi netto , hasil investasi ,
Laba bersih , dan RBC . Kupas Tuntas Data Pokok Asuransi Jiwa , Majalah Investor
2011
Setiap perusahaan asuransi di
Indonesia menerbitkan laporan keuangan tahunan.
Ada banyak data yang bisa kita ketahui dari
laporan keuangan tersebut.
Antara
lain Aset , Jumlah Investasi , ekuitas , cadangan teknis , premi netto ,
hasil investasi , Laba bersih , dan RBC.
Seperti pada
tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan Asuransi Asing masih mendominasi
peringkat pada tahun 2011.
Kami juga membuat list perusahaan asuransi jiwa dari yang terbesar sampai dengan terkecil sesuai beberapa kriteria
Kami juga membuat list perusahaan asuransi jiwa dari yang terbesar sampai dengan terkecil sesuai beberapa kriteria
Berikut Kami Paparkan Kupas Tuntas Data Pokok
Perusahaan Asuransi Jiwa Indonesia , berdasarkan berdasarkan Aset , Jumlah Investasi , ekuitas ,
cadangan teknis , premi netto , hasil investasi ,
Laba bersih , dan RBC
Laba bersih , dan RBC
DATA
POKOK LAPORAN KEUANGAN ASURANSI JIWA INDONESIA 2011
Keterangan :Warna Biru = Value
terbesar
Warna Merah = Value Terkecil (Negative)
Data dalam satuan
JUTAAN , kecuali RBC dalam %
Dari
data tersebut , untuk lebih mudahnya , maka kami buat list sebagai
berikut :
TOP TEN ASET TERBESAR ( Dalam Jutaan ) :
NO NAMA ASSET
1 Prudential Life Assurance Rp 25,144,633
2 AIA Financial Rp 20,118,013
3 Bumiputera 1912 Rp 20,083,067
4 Manulife
5 Alianz Life Rp 11,711,661
6 Sinarmas Rp 11,446,045
7 Avrist Assurance Rp 9,532,202
8 Axa Mandiri Financial Rp 8,488,165
9 Jiwasraya Rp 7,234,417
10 Sequis Life Rp 6,778,678
TOP TEN JUMLAH INVESTASI TERBESAR:
NO NAMA JUMLAH INVESTASI
1 Prudential Life Assurance Rp 23,346,388
2 AIA Financial Rp 18,957,575
3 Manulife
4 Alianz Life Rp 11,300,472
5 Sinarmas Rp 11,123,069
6 Avrist Assurance Rp 9,291,851
7 Bumiputera 1912 Rp 9,037,319
8 Axa Mandiri Financial Rp 8,035,481
9 Jiwasraya Rp 6,777,135
10 Sequis Life Rp 6,550,257
TOP TEN EQUITAS TERBESAR
NO NAMA EKUITAS
1 AIA Financial Rp 3,414,507
2 Prudential Life Assurance Rp 3,269,241
3 Manulife
4 Indolife Pensiotama Rp 2,122,145
5 Sinarmas Rp 1,502,196
6 Avrist Assurance Rp 1,421,473
7 Alianz Life Rp 1,275,315
8 Jiwasraya Rp 1,004,196
9 Central
10 Sequis Life Rp 847,582
TOP TEN CADANGAN TEKNIS TERBESAR
NO NAMA CADANGAN TEKNIS
1 Prudential Life Assurance Rp 20,678,692
2 Bumiputera 1912 Rp 19,235,479
3 AIA Financial Rp 15,617,068
4 Manulife
5 Alianz Life Rp 9,664,439
6 Sinarmas Rp 9,604,487
7 Axa Mandiri Financial Rp 7,561,184
8 Avrist Assurance Rp 7,343,036
9 Jiwasraya Rp 6,091,832
10 Sequis Life Rp 5,681,751
TOP TEN PREMI NETTO TERBESAR
NO NAMA PREMI NETTO
1 Prudential Life Assurance Rp 9,715,331
2 Sinarmas Rp 9,282,949
3 Mega Life Rp 6,683,478
4 Manulife
5 Alianz Life Rp 4,728,805
6 Bumiputera 1912 Rp 4,690,845
7 Indolife Pensiotama Rp 4,299,007
8 Jiwasraya Rp 3,498,828
9 AIA Financial Rp 3,409,881
10 Axa Mandiri Financial Rp 2,771,314
TOP TEN HASIL INVESTASI TERBESAR:
NO NAMA HASIL INVESTASI
1 Prudential Life Assurance Rp 5,315,473
2 AIA Financial Rp 3,481,918
3 Axa Mandiri Financial Rp 1,507,490
4 Manulife
5 Sinarmas Rp 1,392,068
6 Alianz Life Rp 1,346,750
7 Avrist Assurance Rp 1,063,360
8 Sequis Life Rp 863,905
9 Bumiputera 1912 Rp 768,451
10 Jiwasraya Rp 669,565
TOP TEN LABA BERSIH TERBESAR (dalam Jutaan) :
NO NAMA LABA BERSIH
1 Prudential Life Assurance Rp 2,341,375
2 Sinarmas Rp 542,496
3 Axa Mandiri Financial Rp 479,938
4 AIA Financial Rp 418,822
5 Alianz Life Rp 295,735
6 Manulife
7 Jiwasraya Rp 204,470
8 Sequis Life Rp 188,053
9 Avrist Assurance Rp 177,088
10 CIGNA Rp 167,038
TOP TEN RBC TERBESAR : MINIMAL RBC SESUAI ATURAN PEMERINTAH ADALAH 120 % . RBC = Rasio Kecukupan Modal.
NO NAMA RBC (%)
1
2 Sequis Financial 1,363.00
3 MNC Life 1,324.39
4 Pasaraya Life 1,191.27
5 Multicor Life 1,036.08
6 Prudential Life Assurance 766.00
7 Ace Life Assurance 736.81
8 Axa Mandiri Financial 718.00
9 Avrist Assurance 711.00
10 AXA Life
DAFTAR PERUSAHAAN ASURANSi JIWA YANG MENGALAMI KERUGIAN ( Laba Minus ) PADA TAHUN 2011 ( Dalam Jutaan )
NO NAMA LABA BERSIH
1 Multicor Life Rp - (261)
2 Pasaraya Life Rp -(1,348)
3 MNC Life Rp -(1,760)
4
5 Recapital Rp -(18,297)
6 Aviva Indonesia Rp -(23,274)
7 MAA Life Rp -(23,376)
8 Generali Indonesia Rp -(32,639)
9 Syariah Mubarokah Rp -(49,188)
10 CIMB Sun Life Rp -(53,444)
11 Ace Life Assurance Rp -(60,088)
12 Great Eastern Life Rp -(144,989)
13 Bumi Asih Jaya Rp -(240,837)
TOP TEN RBC TERKECIL (Rasio Kecukupan Modal) Minimal 120 % sesuai aturan pemerintah. :
NO NAMA RBC (%)
1 Jiwasraya 155.74
2 Heksa Eka Life 145.00
3 Adisarana Wanaarta 144.57
4 Nusantara 140.29
5 MAA Life 137.00
6 Syariah Mubarokah 133.00
7 Takaful Keluarga 120.64 RBC Minimal
8 Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin 12.21 RBC Jauh Dibawah Minimal
9 Bakrie Life 0 Perusahaan Likuidasi
10Bumi Asih Jaya -(963.81) RBC Minus
Langganan:
Postingan (Atom)
