Minggu, 22 Juli 2012

Tips Memilih Asuransi Pendidikan Anak

Jakarta - Saat ini, banyak sekali perusahaan yang menawarkan produk asuransi pendidikan. Masalah yang kemudian muncul adalah, apakah kita mengambil asuransi pendidikan untuk melindungi anak dari risiko kematian atau untuk membiayai pendidikan itu sendiri.

Perlu dipahami asuransi jiwa dan asuransi pendidikan adalah dua produk yang berbeda. Sebuah polis asuransi atau asuransi jiwa, secara spesifik adalah sebuah kontrak untuk melindungi risiko (risiko kematian pada asuransi jiwa) yang dapat dihitung nilai ekonomisnya.

Sementara itu, sebuah sebuah produk Unit-Linked yang kemudian dijual menjadi asuransi pendidikan bukanlah sebuah produk asuransi murni. Asuransi ini mengandung unsur investasi dimana dalam kondisi ini kegunaan investasi jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan asuransi biasa.

Keputusan untuk memilih produk tentu saja kembali kepada kebutuhan Anda, sebaiknya memisahkan produk asuransi dan investasi. Berikut tips memilih asuransi pendidikan oleh pakar keuangan Aidil Akbar yang dikutip dari DetikFinance.

1. Menghitung Besarnya Biaya Pendidikan
Satu hal penting yang harus diperhatikan sebelum memilih asuransi pendidikan adalah menghitung dengan teliti biaya pendidikan saat ini dan biaya tersebut di masa mendatang. Pertama-tama, tentukan dimana Anda akan menyekolahkan anak kemudian hitung biaya sekolah tersebut saat ini.

Dengan menggunakan metode Time Value of Money (Nilai Uang Terhadap Waktu), hitung kebutuhan dana tersebut di masa yang akan datang sesuai dengan tahapan kapan anak tersebut masuk sekolah. Banyak orang salah dalam mengartikan dan melakukan perhitungan ini, sehingga sangat dianjurkan untuk benar-benar detail dalam melakukan perhitungan dengan memperhatikan tingkat inflasi dan tingkat kenaikan biaya pendidikan.

2. Membandingkan Besarnya Premi dengan Nilai Tabungan
Langkah selanjutnya adalah menghitung berapa besar premi yang harus dibayarkan ke perusahaan asuransi, kemudian bandingkan dengan nilai tabungan pendidikan yang dapat ditarik ketika masa penarikan tiba. Dari situ dapat dilihat apakah dana yang akan diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya-biaya sekolah anak Anda.

Hati-hati dan harus selalu diingat bahwa biasanya illustrasi dari perusahaan asuransi memberikan nilai investasi yang dapat ditarik (dibagikan) dalam nilai uang sekarang, bukan nilai uang di masa mendatang.

3. Fleksibilitas Penarikan Dana Pendidikan
Hal lain yang harus juga diperhatikan adalah seberapa fleksibel nilai tunai atau tahapan dana pendidikan tersebut bisa ditarik. Banyak dari tahapan biaya pendidikan tidak bisa ditarik kecuali pada tahun-tahun yang telah ditentukan seperti tahun ke-7 untuk masuk SD, tahun ke 12 untuk masuk SMP dan seterusnya. Adapun dengan bertambahnya gizi dan semakin cepatnya anak-anak anda bersekolah maka ada kemungkinan dana tersebut tidak dapat ditarik sebelum saatnya.

Jadi, sangat disarankan calon klien Asuransi Pendidikan menghitung dengan teliti besarnya biaya pendidikan anak tersebut di masa yang akan datang dan melakukan perbandingan premi yang dibayarkan dengan nilai tabungan yang bisa ditarik. Apabila Anda masih menemui kesulitan, ada baiknya Anda meminta advice atau rekomendasi dari Perencana Keuangan (Financial Planner / Advisor) yang berpengalaman dan mengerti produk sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk asuransi pendidikan agar Anda tidak salah memilih produk asuransi.


sumber : wolipop / asuransi jiwa

Tips Mengelola Uang Setelah Tak Lagi Jadi Karyawan

Jakarta - Seorang pekerja harus memiliki perencanaan keuangan saat dirinya tak lagi bekerja dan memulai usaha sendiri. Idealnya, saat ia berpindah dari seorang pegawai menjadi seorang wirausaha harus disertai target bahwa di akhir tahun kelima usaha sudah bisa berjalan sendiri (dijalankan oleh orang lain) tanpa harus terlibat lagi 100%, seperti yang diungkapkan oleh pakar keuangan Aidil Akbar Madjid kepada Detik Finance.

Akan tetapi banyak sekali masyarakat yang terbawa euphoria menjadi seorang pengusaha melupakan fundamental yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha mereka yang akan mempengaruhi Perencanaan Keuangan keluarga mereka. Adapun Sebuah Perencanaan Keuangan sederhana yang harus dilakukan sebelum memulai suatu usaha adalah sebagai berikut:

1. Anda harus memiliki dana darurat atau dikenal dengan istilah emergency fund. Dana ini adalah sejumlah dana yang besarannya antara 6 bulan sampai 12 bulan kebutuhan bulanan Anda yang disimpan didalam rekening tabungan terpisah. Dana ini hanya dipakai untuk keadaaan darurat alias genting.

2. Belilah asuransi baik asuransi jiwa maupun kesehatan. Untuk jiwa cukup polis asuransi untuk Anda dan pasangan, sedangkan kesehatan (terutama rawat inap) Anda harus memiliki untuk seluruh anggota keluarga.

3. Setelah itu barulah Anda mempersiapkan keranjang-keranjang investasi misalnya Dana Pendidikan Anak, Dana Pensiun, Dana Perluasan Usaha atau membuka usaha baru, Dana Naik Haji, membeli aset (rumah, mobil dll).

Untuk dana pendidikan anak, Anda dapat berinvestasi secara langsung ke produk investasi seperti Reksa Dana, dan yang sekarang marak adalah menggunakan Asuransi sebagai produk investasi khususnya untuk pendidikan anak. Hal ini sah-sah saja akan tetapi harus diingat bahwa masing-masing produk memiliki kelebihan dan kekurangan, dengan nominal yang sama kelemahan dari asuransi pendidikan adalah tidak maksimalnya hasil investasi yang bisa didapatkan dibandingkan investasi yang mirip seperti di Reksa Dana.

Yang harus Anda perhatikan adalah menghitung kebutuhan dana pendidikan tersebut. Kemana ingin menyekolahkan anak, hitung berapa besar biaya pendidikan sekarang, kemudian dengan kenaikan inflasi tahunan hitung biaya pendidikan tersebut kelak. Hal detail tersebut sering dilupakan oleh banyak orang. Padahal hal tersebut yang akan membedakan berapa besar biaya yang harus dipersiapkan. Dari situ Anda dapat mencadangkan besaran dana pendidikan yang harus dipersiapkan.

Untuk dana pensiun terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

Dana pensiun dapat dilakukan apabila jarak usia Anda sekarang sampai ke target pensiun masih tersedia cukup waktu (idealnya di atas 15 tahun). Dana pensiun menjadi penting dan sering terlupakan karena umumnya perusahaan kecil (UMKM) belum memberikan benefit berupa dana pensiun bagi pemilik dan karyawan perusahaannya.

Apabila target pensiun Anda kurang dari jangka waktu itu alias terlalu mepet, maka Anda dapat mengandalkan dana pensiun dari usaha yang sudah dijalankan sekarang atau usaha baru baik itu perluasan dari usaha sekarang atau benar-benar jenis usaha baru.

Usahakan di akhir tahun kelima, usaha Anda idealnya sudah dapat berjalan sendiri alias dijalankan oleh orang-orang kepercayaan. Dengan kata lain mulai dari sekarang sudah waktunya Anda mencari orang-orang kepercayaan untuk melanjutkan usaha Anda. Karena kalau masih mengandalkan diri sendiri dalam menjalankan usaha tersebut maka belum dapat disebut sebuah bisnis. Dengan cara seperti ini niscaya Anda dapat pensiun dengan nyaman dan kecukupan dana yang akan tetap mengalir dari usaha Anda.



sumber : wolipop/asuransi jiwa

6 Kesalahan Keuangan yang Sering Dilupakan Single Mom

Jakarta - Saat memutuskan untuk mengasuh anak seorang diri, artinya seorang single mom sudah sadar konsekuensi yang akan didapat terutama dalam hal keuangan. Sayangnya banyak dari mereka yang sering melakukan enam kesalahan keuangan berikut ini.

Dengan segala kesibukan, Anda jadi melupakan kalau si kecil juga perlu dipikirkan perencanaan keuangannya. Kenapa perencanaan keuangan ini penting dipikirkan sejak dini, agar masa depan anak nantinya lebih terjamin.

Sayangnya tidak sedikit single mom yang melakukan kesalahan keuangan saat baru memiliki bayi. Berikut enam kesalahan itu seperti dikutip dari MSN:

1. Tidak Punya Asuransi Jiwa
Ketika Anda menjadi orangtua, memiliki asuransi jiwa sangat diperlukan. "Jika Anda meninggal, Anda harus memastikan kebutuhan yang ditinggalkan tetap bisa terpenuhi," ujar ahli perencanaan keuangan asal California, Lynn Ballou.

Ballou menambahkan meskipun Anda sudah mendapatkan asuransi jiwa dari kantor, hal itu tetap belum cukup. Ia pun menyarankan belilah produk asuransi saat Anda dalam kondisi sehat, jangan menunggu sakit karena akan lebih mahal.

2. Membeli Asuransi Jiwa untuk Bayi
Marilyn Capelli, ahli perencanaan keuangan asal Michigan mengatakan membeli asuransi jiwa untuk bayi sebenarnya tidak perlu dilakukan. "Anda membeli asuransi jiwa untuk seseorang hanya jika meninggalnya orang itu membuat kondisi keuangan memburuk," katanya.

Asuransi jiwa untuk bayi perlu dimiliki jika memang anak memiliki kondisi kesehatan yang tidak baik. "Jarang sekali anak sehat akan memiliki masalah kesehatan saat dewasa," ujar Capelli.

3. Menunda Menabung untuk Kuliah Anak
Tidak sedikit orangtua yang mulai menabung untuk biaya kuliah saat anak memasuki usia SMA. Jika hal itu dilakukan, sudah sangat terlambat.

"Waktu terbaik untuk memulai adalah saat anak baru lahir," tutur ahli perencanaan keuangan asal Maryland, Amerika Serikat.

Sekarang ini ada berbagai cara untuk mulai mengumpulkan uang yang akan dipakai sebagai biaya kuliah anak. Selain dengan menabung, Anda juga bisa melakukannya dengan berinvestasi. Namun yang perlu diingat, setiap investasi baik itu emas atau reksadana memiliki risiko masing-masing.

4. Melupakan Dana Pensiun
Saat menabung untuk biaya kuliah anak, Anda merasa keuangan di masa depan sudah aman. Anda pun jadi lupa kalau sebenarnya setiap orangtua seharusnya juga memikirkan dana pensiun.

"Menabung untuk dana pensiun seharusnya adalah yang pertama dilakukan, dana kuliah di urutan kedua," jelas Ballou. "Anda dan anak bisa memikirkan cara lain bagaimana bisa tetap sekolah. Akan lebih buruk jika anak malah harus membiayai Anda saat pensiun," tambahnya.

5. Boros Dalam Hal Berbelanja Kebutuhan Bayi
Semakin tinggi pendapatan, semakin besar juga pengeluaran Anda untuk membesarkan anak. Banyak orangtua berpikir apa yang mereka keluarkan untuk anak semuanya memang penting. Padahal sebenarnya tidak. Faktanya, tidak sedikit orangtua yang mengakui mereka cukup boros di tahun pertama kelahiran dan sebelum si bayi lahir.

Oleh karena itu sebelum mulai membeli perlengkapan anak, seharusnya membuat rencana pengeluaran. Jangan malu untuk memakai barang bekas untuk perlengkapan tertentu seperti stroller dan tempat tidur. Yang perlu diingat, perlengkapan yang dibeli tersebut sebagian besar hanya terpakai selama setahun. Untuk baju malah tidak sampai setahun, Anda sudah harus membelinya lagi.

6. Bekerja atau Jadi Ibu Rumah Tangga?
Jika tabungan cukup untuk memenuhi pengeluaran untuk anak, menjadi ibu rumah tangga tentu pilihan yang baik. Namun sebelum memutuskan, ada beberapa faktor keuangan yang perlu diperhatikan. Salah satu yang penting adalah keuntungan yang didapat dari kantor jika Anda bekerja, seperti biaya kesehatan anak.

"Buatlah perbandingan apa saja keuntungan dari Anda bekerja atau tidak. Pikirkan juga bagaimana pengeluaran lainnya bisa terpenuhi," ujar Downey.



sumber : wolipop/asuransi jiwa

10 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Wanita

Jakarta - Wanita mana yang tidak menginginkan keamanan finansial bagi dirinya hingga tua nanti maupun untuk masa depan keluarga tercinta? Pakar keuangan Suze Orman mengamati banyak niat baik wanita dalam mengatur keuangan justru menjadi kesalahan terbesar yang dilakukan.

Wanita yang terkenal akan bukunya yang berjudul Suze Orman's Action Plan: New Rules for New Times, menjabarkan 10 kesalahan finansial yang sering dilakukan wanita akibat kurangnya informasi maupun keteledoran diri sendiri, seperti yang dikutip dari LifeScript.

1. Tidak Berani Menolak
Ini dia akar dari segala masalah. Wanita tidak bisa menolak. Teman yang meminjam uang, teman yang menawarkan produk jualannya, teman mengajak jalan-jalan, dan masih banyak lagi. Semakin sering Anda melakukannya, semakin tipis uang Anda kala membutuhkannya untuk investasi yang lebih besar.

2. Menabung Untuk Biaya Sekolah Anak Sebelum Pensiun
Banyak ibu bertanya pada saya, "Suze, dimana bank terbaik untuk menabung biaya sekolah anak saya?" Sebenarnya Anda harus memikirkan dahulu biaya hidup Anda setelah pensiun nanti. Jika Anda harus memilih, menabunglah untuk keduanya dengan prioritas biaya pensiun. "Mengapa? Bayangkan kelak nantinya Anda menjadi beban hidup anak setelah pensiun. Beruntung jika anak Anda berbakti dan membiayai hidup Anda dengan ikhlas. Jika tidak? Anda mau hidup dengan apa?"

3. Umur Anak Belum Cukup Untuk Dapat Warisan
Normalnya, perusahaan asuransi jiwa tidak membayarkan asuransi jiwa Anda, jika ia belum mencapai 18 tahun, kata Orman. "Bila Anda meninggal, uang polis puluhan atau ratusan juta dari asuransi yang Anda tinggalkan untuk anak Anda yang masih berusia 3 tahun, akan masuk ke rekening tertutup di bank, yang mana tidak bisa diambil oleh sang anak. Jadi, buatlah rekening terpercaya dan tujukan langsung kepada si penerima. Spesifiklah kepada siapa dan bagaimana proses pencairan uang asuransi bisa dilakukan. Konsultasikanlah kepada pihak asuransi Anda untuk lebih detailnya mengenai hal ini.

4. Menganggap Surat Perjanjian Sudah Cukup
Salah. Bayangkan ketika Anda mengalami kecelakaan dan harus dirawat. Siapa yang akan mengurus segala dokumen untuk Anda? Di sini, peranan orang terdekat sangatlah penting. Suami, orangtua, anak ataupun sahabat harus tertuliskan dalam klausul baru, sehingga saat hal yang tidak diinginkan terjadi, Anda bisa menunjuk orang terdekat yang dimaksud untuk menolong Anda mengurus segalanya.

5. Salah Membeli Asuransi Jiwa
"Wanita cenderung mengambil asuransi jiwa keseluruhan atau dengan variabel tertentu," kata Orman. Ada yang menawarkan benefit pasca kematian maupun tabungan berjangka. Anda bisa melakukan yang lebih baik. Caranya? Jika Anda ingin meneruskan uang kepada anak Anda, ciptakan dana investasi. Pilihlah polis yang sifatnya polis asuransi berjangka. Berapa lama yang harus Anda beli? Biasanya, Anda akan menginginkan yang menutupi hingga anak berusia 23 tahun.

6. Teliti Tanggal & Detail
"Kesalahan kecil ini bisa berakhir menjadi tragedi. Perhatikan tanggal surat-surat Anda, entah itu pensiun, asuransi bahkan dokumen milik suami Anda. Banyak wanita yang menjadi istri kedua dari seorang duda, namun ketika sang suami meninggal, segala warisan jatuh ke istri pertama karena tidak memerhatikan detail-detail surat berharga" tambah Orman.

7. Memberikan Kontrol Finansial Kepada Suami
Cinta memang buta, namun bukan berarti Anda menjadi perempuan bodoh karenanya. Libatkan diri dalam mengelola keuangan keluarga. Jika saat ini ia yang mengatur dan segalanya baik-baik saja, tetap pandai-pandailah melihat situasi. Anda tidak pernah tahu kapan pernikahan Anda berakhir atau musibah datang. Utang tersembunyi atau pailit bisa jadi buah tanggungan dari sang suami yang meninggalkan Anda.

8. Pembagian Harta Jika Cerai
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya berantakan dan berakhir dengan perceraian. Namun jika hal itu terjadi, setidaknya Anda mendapatkan apa yang menjadi hak Anda sebagai mantan istri dan tidak hidup terlantar pasca perceraian. Kapan sebaiknya perjanjian pra-nikah ini ditetapkan? Tentunya saat romansa sedang bermekaran di antara Anda berdua.

9. Anda Mendiskon Diri Sendiri
Jika Anda mengelola bisnis sendiri dan gagal mendapat keuntungan, bukan berarti Anda harus banting harga. Hal ini juga berlaku saat perusahaan tempat Anda bekerja untung besar, namun kontribusi Anda tidak berarti apa-apa di mata atasan. Carilah pekerjaan di tempat yang bisa menghargai talenta dan kemampuan Anda. Ketika Anda menghargai diri sendiri, maka penghasilan pun semakin membaik, begitu juga dengan keadaan finansial Anda.

10. Tenaga Sukarela
Anda bekerja, mengurus keluarga, dan membantu secara sukarela ketika diminta. Bantuan sukarela bisa berupa tenaga maupun uang. Zaman sekarang, dimana banyak wanita bekerja keras menghidupi keluarga, Anda juga perlu waktu dan dana untuk diri sendiri. Membantu sukarela memang patut diacungi jempol, namun jika terlalu banyak, Anda akan kelelahan dan efeknya berimbas kemana-mana, termasuk performa kerja dan kantong Anda.


sumber : wolipop/asuransi jiwa

5 Nasihat Keuangan untuk Wanita Single

Jakarta - Tidak sedikit wanita lajang yang menghambur-hamburkan gajinya untuk berbelanja. Barang yang paling sering wanita beli tentunya adalah pakaian, sepatu, tas dan kosmetik.

Saking hobinya belanja, wanita terkadang lupa untuk menabung demi masa depannya. Oleh karena itulah sebagai wanita, Anda sebaiknya memperhatikan lima nasihat keuangan berikut ini. Seperti dikutip dari Oprah, lima nasihat di bawah ini diberikan oleh Alexa von Tobel, pendiri dan CEO situs keuangan wanita LearnVest, dan Barb Chang, kepala produk untuk situs manajemen keuangan Mint:

1. Melacak Pengeluaran Anda

Chang berasumsi para wanita single sering mengatakan bahwa mereka terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu untuk dapat melacak pengeluaran mereka. Padahal sebenarnya ada cara mudahnya, Anda tinggal meminta transkrip rekening koran pada bank tempat Anda menyimpan uang. Dari transkrip tersebut bisa dilihat sekilas seberapa sering Anda mengambil uang.

2. Selalu Siapkan Dana Darurat

Para penasihat keuangan selalu mengatakan selalu siapkan dana darurat mulai 3-6 bulan gaji Anda. Namun menurut Von Tobel, di masa ekonomi sulit seperti sekarang, orang yang berpendidikan tinggi dan diberhentikan dari pekerjaannya, baru bisa mendapat pekerjaan lagi sekitar sembilan bulan kemudian. Oleh karena itu, dia menyarankan agar para wanita jangan menyepelekan soal dana darurat ini.

Dana darurat sebaiknya disimpan di tempat yang Anda dengan mudah mengaksesnya tanpa adanya penalti, misalnya rekening tabungan. Menaruh dana darurat di pasar saham juga kurang disarankan Von Tobel karena dapat membuat jumlah dana tersebut menurun.

3. Hindari Terlibat Utang Kartu Kredit

Saat ini banyak wanita lajang yang terlibat utang kartu kredit. Permasalahannya utang kartu kredit tersebut memiliki bunga yang sangat besar sehingga menjadi beban. Agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya Anda mengetahui syarat-syarat di balik dari kartu kredit tersebut. Pastikan nominal kartu kredit sesuai dengan tabungan Anda. Sehingga nantinya tidak akan terjerat oleh utang.

4. Perlunya Asuransi Jiwa

Von Tobel telah memperhatikan bahwa kebanyakan wanita yang belum mempunyai anak berkata, "Saya tidak perlu asuransi jiwa karena saya tidak memiliki tanggungan-tanggungan". Padahal jika mereka meninggal dan tidak mempunyai asuransi, keluarga merekalah yang akan bertanggung jawab untuk melunasi pembelian mobil dan pinjaman-pinjaman, hipotek, pajak dan utang-utang lain. Untuk itulah asuransi jiwa diperlukan agar Anda tidak membebani keluarga.

5. Menabung untuk Pensiun

Mungkin Anda berpikiran bahwa masa pensiun Anda masih lama, sehingga menunda menabung untuk masa pensiun. Asumsi dari ahli keuangan, David Bach, sebaiknya setiap wanita maupun pria mulai menyimpan setidaknya 10 persen dari pendapatan kotor mereka di setiap bulannya. Hal tersebut juga harus dilakukan selama bertahun-tahun. Keuntungannya yaitu disaat mereka tua nanti, mereka memiliki uang tambahan yang banyak dari hasil simpanan mereka selama ini.


sumber : wolipop / asuransi jiwa

10 Kebiasaan yang Bisa Buat Wanita Sehat & Bahagia

Jakarta - Ketika melihat wanita lain memiliki mata selalu berbinar, tubuh bugar, dan mood yang luar biasa optimis, mungkin Anda bertanya-tanya tentang rahasia untuk mendapatkannya. Apakah yang dilakukannya?

Diet ketat atau hanya dengan menerapkan kebiasaan sehat? Penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan beberapa gaya hidup yang sederhana dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental Anda. Berikut 10 cara mudah untuk menjadi lebih bahagia dan sehat, seperti dikutip dari Womans Day:

1. Berinvestasi untuk diri sendiri

"Wanita sangat hebat dalam berinvestasi untuk kebutuhan dan keinginan orang lain, namun untuk menghabiskan uang bagi diri mereka sendiri merupakan sebuah kemewahan," ujar Debra Engle, pencipta InnerGardener.com. Berinvestasi bagi diri Anda sendiri dapat meningkatkan perasaan lebih sehat dan lebih sejahtera, yang kemudian meningkatkan mood, penampilan, dan cara pandang Anda. Mengapa tidak mendaftar dalam kelas yang membantu karir Anda atau yang membiarkan Anda menjelajahi hobi luar ruangan?

2. Lemaskan syaraf otak Anda

Neurobiologist Lawrence Katz dari Duke University melaporkan bahwa latihan kognitif yang disebut 'neurobics' dapat mengaktifkan koneksi baru pada otak dan melawan efek penuaan mental. Neurobics menggunakan lima indera Anda dengan cara tak terduga, yang memperkuat koneksi syaraf dan membantu sel penerima tetap muda dan kuat. Coba biasakan untuk berpakaian atau mandi dalam gelap, alihkan apa yang biasa Anda gunakan ke sisi tubuh Anda yang lain (misalnya, memasang jam tangan Anda di pergelangan tangan lainnya), mencium aroma berbeda setiap pagi, atau memasak makanan yang jarang dimasak, seperti sushi.

3. Melakukan tindakan keberanian

Dalam bukunya Women & Money, Suze Orman menulis wanita takut untuk keluar dari zona nyamannya. "Kita takut berkonfrontasi. Kita takut mengecewakan seseorang. Kita takut kehilangan pekerjaan. Kita takut suami kita akan menceraikan kita. Kita takut anak-anak kita tidak mencintai kita. Kita takut tentang apa yang otang lain pikirkan tentang kita," tulisnya. Jadi cobalah mengambil risiko kecil seperti berbicara di tempat kerja atau pergi ke bioskop sendiri untuk melatih Anda bertindak lebih berani, seperti meminta kenaikan gaji atau bepergian sendiri. Melakukan tindakan keberanian secara acak dapat mengurangi rasa takut, menaikkan harga diri, dan meningkatkan keberanian.

4. Berteman dengan perasaan buruk

Banyak wanita yang merasa bersalah karena menjadi ibu rumah tangga atau menjadi ibu yang bekerja dan lainnya. Jika Anda tidak dapat menghilangkan rasa bersalah, motivator Susan Wilson pilih yang mudah saja. “Mungkin ada beberapa manfaat dengan menyimpan rasa bersalah dan kemudian bertanya-tanya, mengapa Anda di sini? Bagaimana agar saya bisa berguna? Anda dapat menyimpannya selama beberapa waktu, namun ada saatnya anda harus meninggalkannya," ujar Wilson. Berikan diri Anda sendiri ruang untuk merasakan emosi positif dan negatif itu. Dengan mengamati perasaan Anda – bukannya bereaksi tentangnya – dapat membantu Anda untuk tenang dan tetap fokus.

5. Lakukan Olahraga yang Disukai

Menurut Pierce Howard, PhD, dalam The Owner’s Manual for the Brain, jika Anda memaksakan diri untuk berolahraga seperti jogging, bersepeda, atau berenang karena pasangan atlet triathlon, Anda bisa membuat diri anda malah terluka bukannya sehat. Lakukan olahraga yang memang sesuai dengan hobi dan kepribadian Anda. Jangan berhenti ketika baru mencoba untuk melakukannya, karena banyak yang melakoni hal demikian. Biasakan untuk mencoba berbagai olahraga dengan pikiran terbuka. Buang jauh-jauh sifat praduga Anda, misalnya 'saya tidak cukup baik untuk bermain bulutangkis'. Fokuskan pada kesenangan dan kebugarannya.

6. Membiasakan tertawa

"Efek tertawa dan olaharaga sangat mirip,” kata psikolog dan terapis tertawa Steve Wilson. Menurutnya, dengan menambahkan tawa dalam gerakan sehari-hari, seperti melambaikan tangan, mengaktifkan hampir semua sistem psikologis manusia. Tertawa membakar kalori, meningkatkan endhorfin positif (pereda sakit alami), mengurangi stress dan memperkuat sistem imun. Tertawa dengan perut bahkan dapat meningkatkan kepuasan diri, bahkan membantu Anda menghadapi masalah. Membiasakan tertawa setiap dua jam sesehat memakan sebuah apel sehari.

7. Menghirup aroma lemon

Menghirup bau jeruk dapat secara langsung mempengaruhi berbagai neurotransmitter di dalam otak, yang dapat meningkatkan mood Anda dan meningkatkan sistem imun. Penelitian dari Departemen Psikiatri di Ohio State University menemukan bahwa minyak lemon dapat menciptakan perasaan positif dengan mengubah kadar serotonin dan nerepinephrine di dalam otak. Cara mudah untuk memberi aroma lemon atau jeruk dalam rutinitas harian Anda dengan menggunakan diffuser aromatherapi, bunga rampai, lilin, minyak mandi, atau mencampur kain lap bersih dengan minyak essence secukupnya di dalam mesin pengering pakaian Anda.

8. Belajar mencintai pekerjaan

Psikoterapis Beth Mares menyarankan Anda untuk menemukan sebab yang membuat Anda tidak puas dengan pekerjaan. Apakah Anda merasa gaji kurang, tidak berguna, tidak dihargai, atau terlalu banyak beban kerja? Selain dengan mencari pekerjaan baru, Anda harus belajar untuk berkata tidak, menolak untuk menjadikannya hal pribadi, atau mempelajari keterampilan kerja baru. Pilihan lain adalah dengan memfokuskan diri pada alasan Anda bekerja di sana. Supaya merasa bahagia di kantor, ingatkan diri Anda akan manfaat dan rencana jangka panjang Anda. Career Expert, Marcus Buckingham, juga menyarankan Anda untuk menerapkan kelebihan dan mengatasi kelemahan.

9. Bersosialisasi demi kesehatan mental Anda

"Menurut penelitian kami, bersosialisasi sama efektifnya dengan latihan mental dalam meningkatkan memori dan kepintaran," jelas Oscar Ybarra, psikolog dari Institute for Social Research. Hanya dengan 10 menit berinteraksi sosial meningkatkan kinerja intelaktual sama banyaknya dengan menyelesaikan teka-teki silang atau aktifitas 'intelektual' lainnya. Nicholas Ephey, assisten professor di University of Chicago, menambahkan pandangan yang berbeda: 'Kesepian memiliki tingkat rasa sakit dan kematian yang lebih besar dibandingkan dengan merokok.' Bersosialisasi mengurangi perasaan kesepian dan isolasi – faktor-faktor yang mempercepat penuaan, meningkatkan tekanan darah, dan menciptakan rasa cemas.

10. Mengukur kemampuan keuangan Anda secara teratur

"Kita harus menciptakan hubungan yang sehat dan jujur dengan uang kita," tulis Orman dalam Women & Money. "Dan kita harus melihat hubungan ini sebagai cerminan hubungan kita dengan diri kita sendiri," tambahnya. Orman percaya bahwa bagaimana kita mengatasi keuangan mencerminkan bagaimana kita memandang dan menghargai siapa kita. Untuk megembangkan hubungan hubungan yang sehat dengan uang, pelajari siklus keluar dan masuknya uang dalam rekening Anda, tunjangan pensiun, tagihan kartu kredit, asuransi rumah, asuransi jiwa, dan keuangan keluarga. Biasakan untuk melihat aspek baru dari kebiasaan pengeluaran atau pemasukan Anda setiap bulan.


sumber : wolipop ( asuransi jiwa)

Agar Tidak Terlilit Utang Meski Gila Belanja

Jakarta - Para shopaholic biasanya akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan barang impian, termasuk meminjam uang alias utang. Apakah Anda termasuk? Jika iya, cobalah untuk menerapkan tips berikut ini agar Anda tidak terlilit utang meski ketagihan belanja.

Lisa Soemarto seorang financial planner dari Perencana Keuangan Akbar’s Financial Check-up (AFC) menjelaskan agar tidak terlilit utang, jangan salah gunakan pemakaian kartu kredit. Ketika memakai kartu kredit, selalu bayar lunas tagihan yang datang.

"Gunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran bukan sebagai fasilitas pinjaman," ujar Lisa saat berbincang dengan wolipop melalui telepon Kamis (24/5/2012).

Seringkali yang dilakukan para penggila belanja adalah mereka berbelanja dengan kartu kredit. Kemudian saat tagihan datang, yang dibayarkan hanya pembayaran minimum bukan seluruh tagihannya. "Itu yang bikin terlilit utang," tukas Lisa.

Cara kedua agar utang tidak menumpuk adalah, jangan menggunakan anggaran lain untuk berbelanja. Misalnya, karena tergiur membeli sepatu, padahal anggaran belanja sudah habis, Anda memakai anggaran untuk membayar asuransi.

"Ujungnya akan gitu lagi, duit kurang, pinjam KTA (Kredit Tanpa Agunan) atau jadi tunggakan. Misalnya uang asuransi tidak terbayar," jelas Lisa.

Wanita yang meraih gelar master di sebuah universitas di Prancis itu juga menjelaskan, para shopaholic sebaiknya memeriksa kondisi keuangan mereka setiap bulannya. Tentukan apakah memang Anda punya kemampuan untuk berbelanja atau tidak. Jika hasil financial check-up positif, baru Anda bisa menjadi seorang shopaholic.

Ada lima hal yang harus dilihat saat memeriksakan kondisi keuangan atau melakukan financial check-up. Berikut ini lima hal tersebut seperti dipaparkan Lisa:

1. Cash flow harus positif. Cash flow di sini artinya Anda sudah membayar semua keperluan primer, seperti belanja bulanan, uang sekolah anak, listrik, telepon, bensin, dan lain-lain.
2. Cek apakah ada utang atau tidak. Kalau masih ada utang, lunasi dulu utang tersebut.
3. Siapkan budget untuk dana darurat yang memang hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat.
4. Kalau sudah punya tanggungan, miliki asuransi jiwa. Sedangkan bagi yang masih single, asuransi kesehatan penting dimiliki.
5. Siapkan investasi untuk masa depan.

Kalau semua kondisi di atas sudah terpenuhi dan masih ada sisa uang, baru uang tersebut bisa digunakan untuk berbelanja seperti tas, sepatu atau baju. Namun kalau salah satu dari lima hal di atas belum terpenuhi, sebaiknya pikir-pikir lagi apakah memang Anda mampu jadi penggila belanja yang positif atau tidak.

Lisa sendiri memiliki klien yang kondisi keuangannya sebenarnya tidak membuatnya memenuhi syarat untuk menjadi shopaholic. Ketika orang dengan tipe masalah ini datang kepadanya, tentunya langkah pertama yang disarankannya adalah stop berbelanja.

"Sudah harus stop sampai keuangannya benar-benar dirombak, utangnya dilunasi. Saran saya benar-benar harus distop," jelas wanita yang hobi mengoleksi barang branded seperti Chanel itu.


sumber : wolipo.com